ALMAS Nabilah Mahardiantri adalah perempuan asal Tamansari Bondowoso. Saat ini, dia tengah mengikuti KKN di Desa Bercak, Cermee. Saat KKN itulah dia banyak memperdalam dunia batik. Sebab di tempat KKN itu, ada batik asli Bercak, Cermee yang menurutnya sangat menarik.
Perempuan yang akrab disapa Lila itu mengaku, dia bersama tim KKN Unej sangat kagum dengan batik Bercak, Cermee. Sebab itu, kehadiran mereka ingin memberi sentuhan kepada perkembangan batik itu." Diantaranya kami membuat packaging untuk perjualan batik tersebut,"ungkap mahasiswa fakultas hukum tersebut.
Bantu Promosi Batik Via Toutube
Sebab, kata dia selama ini batik Bercak pemasarannya masih belum dilapisi packaging yang bagus. Karena itu dia memandang perlu adanya sentuhan dalam bidang pemasaran.Jika berbicara motif, motif yang dibuat sudah bagus. Ada motif daun singkong, daun kopi, dan berbagai motif yang menunjukkan ciri khas Bondowoso. Sebagai bentuk penghargaan anak-anak KKN, pihaknya membuat sebuah video yang menggambarkan keindahan batik Bercak, Cermee."Kebetulan dari kami ada yang pintar membuat gambar video, akhirnya kami membuat ulasan tentang video batik Bercak, Cermee,"tegasnya.
Harapannya, dengan video itu, batik Bercak, Cermee bisa lebih terkenal. Sebab di dalam video itu menunjukan cara pembuatan batik sampai motif-motif yang disajikan.
Namun tidak hanya mendorong dari sisi pemasran, para mahasiswa KKN itu, kata dia, juga mendorong agar ada perluasan motif ikon gerbong maut atau motif ikon Bondowoso yang lebih lekat."Sehingga bisa lebih bervariasi dan bisa menjadi daya tarik tersendiri,"akunya.
Alumnus SMAN Tenggarang itu mengatakan, batik merupakan salah satu warisan budaya yang sudah diakui oleh dunia sebagai milik resmi Indonesia. Sebab telah diresmikan UNESCO. Karena itu, bagi para muda juga harus menggelorakan batik sebagai pakaian khas Indonesia."Jika dahulu batik hanya dipakai oleh orang dewasam, saat ini sudah banyak modifikasi dan model untuk kalangan muda bahkan anak-anak,"akunya. Bahkan pemerintah dalam hal ini membuat seragam batik untuk dikenakan d hari kamis.
Dijelaskan, perkembangan batik di Bondowoso selama ini juga sangat bagus dimana ada banyak daerah yang membuat batik khas Bondowoso. Misalnya di Tamanan, Cermee dan berbagai daerah lainnya."Kalau di Cermee ini memakai tulis dan cap,"akunya.
Lili sendiri, ternyata sudah memakai baju batik sejak kecil. Sebab sang Mama memang suka batik. Namun selama ini yang dia sukai adalah batik Madura.Melihat batik Bondowoso, dirinya optimis bisa menembus pasar nasional. Sebab batiknya tidaka kalah dengan produksi daerah lain.(hud/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen,21 Februari 2017
disalin kembali oleh:JSR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar