Senin, 27 Februari 2017

Alamat Saya di Cintabond


Jika ditanya tentang alamat, perempuan bernama lengkap Sudarsih ini mengatakan alamatnya Cintabond. KAta-kata itu bukan kepanjangan dari Cinta Bondowoso, anmun kepanjangan dari Cindogo Tapen Bondowoso. "Hanya saya singkat saja, keren kan," ungkapnya.

Daerah yang Sosialnya Tinggi

Dara kelahiran 17 Oktober 1994 iniadakah anak Bondowoso yang kini tengah menempuh studi di IAIN Jember. Dia menempuh prodi PGMI Jurusan Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Alasan menempuh jurusan itu, karena dirinya ingin melanjutkan studi di pondok pesantren dahulu. "Juga awalnya karena paksaan dari ortu yang menyuruh saya menjadi guru," ujarnya lantas tersenyum.
Awalnya, kata dia inginnya menempuh juruan perbankan Syariah atau Ekonomi Syariah. Namun saat menyelami pendidikan jurusan guru, dia lantas berpikir nasib tidak menentukan takdir. Dimana dirinya ingin menjadi diri sendiri. "Apa yang saya miliki, saya kembangkan, entah jadi apa nanti mengalir saja," yngkapnya.
Perempuan yang menghabiskan masa MTs dan MA di Ponpes Nurul Ulum, Tapen itu mengaku sangat mencintai Bondowoso. Dimana m,emang kota tempat kelahirannya itu adalh kota kecil. Bahkan dulu banayk yang menganggap kota terpencil dan bahkan kota mati di Wilayah Tapal Kuda. "Tapi itu dulu, menurut saya saat ini sudah jauh berbeda, sebab saat ini sudah tidak jauh beda dengan kota lainnya," paparnya.
Barometer itu dia nilai karena saat ini masyarakat Bondowoso sudah tidak gagap teknologi atau gaptek. Apalagi dengan potensi wisatanya, sudah bnayk wisatawan yang datang ke Bondowoso. Baik domestik maupun mancanegara. "Bukan hanya orang Bondowoso yang mengembangkan pariwisata kita, bahkan orang-orang luar negeri pun ingin ke Bondowoso karena penasaran akan indahkanya pariwisat di Bondowoso, seperti halnya Kawah Ijen," tegasnya.
Menurutnya walau kawasan itu menjadi rebutan, biarlah saja. Terpenting masyarakat bisa menjadi penikmat alam semesta yang ada di Bondowoso. Apalagi masih ada Kawah Wurung, P28, dan lain sebagainya.
Menurutnya, walau ada yang bilang Bondowoso kota kecil, dirinya tetap bangga. Sebab walau kecil, kota Bondowoso adalah daerah yang sosialnya tinggi. Bondowoso dihuni oleh orang yang ramh tamah, sopan dan baik. Kenikmatan itu ditambaj dengan kondiri udar dan alamnya adem, sejuk, nan indah. "Dibandingkan kota-kota besar yang penuh kemacetan, panas, kumuh, bau, sesak, dan diwarnai pemukiman yang kumuh, saya kira lebih asyik Bondowoso," tegasnya.
Tentang prestasi, saat menempuh MTs ataupu MA, dia sangat bersaing. Sebab tidak pernah di bawah peringkat tiga. NAmun dirinya tidak puas diri dengan keberhasilan akademiknya itu. Didalam non akademik, dia menempa diri di organisasi. Sat MTs dahulu dia menjadi ketua OSIS. Dan saat MA dia menkadi di Kabid Litbang. "Dari MTs hingga MA saya berorganisasi, maka saya lanjutkan saat kuliah," apaprnya. (hud/wah)




Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 17 Februari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar