Kamis, 16 Februari 2017

Silat Itu Indonesia Banget


PENCAK silat itu menjadi kegiatan baru Intan Velia. Perempuan cantik asal Pujer ini mengaku menggeluti silat itu bukan untk jadi jagoan ataupun sekedar mencari prestasi semata. Lebih dari itu ikut silat juga ikut melestarikan budaya, bahkan bisa menjadi diri sendiri.
Seminggu sekali atau setiap hari Jumat Intan menyempatkan waktu berlatih pencak silat. "Kalau hobi nyanyi tapi ada hobi baru yang baru ditekuni sekitar lima bulan kemarin, yakni silat," terangnya.


Bagi Perempuan, Silat Itu Bermanfaat

Motivasi perempuan 18 tahun itu ikut silat karena terinspirasi oleh pegulat wanita terbaik dunia Ronda Rosi. Dia paham menjadi Ronda Rosi bisa menjadi seperti itu pun tak hanya mengusai satu jenbis bela diri tapi beberapa bela diri dia kuasai.

Berlatih silat itu pun mengingatkan dia masih duduk di bangku SMP. "Kalau belajar olahraga bela diri tidak ini saja, dulu waktu SMP ikut karate tapi cuma sebentar saja dan berhenti," terangnya. Dia memilih silat, tiak jenis olahraga bela diri lainnya karena silat adalah olahraga asli Indonesia.

Dari sekian banyak olahraga yang berkembang di Indonesia, sepengetahuan Intan ada tiga olahraga saja asli dari Bumi Indonesia. Diantara sepaktakraw, tarung derajat, dan silat. Sehingga menurut dia ikut silat, juga turut melestarikan budaya Indonesia. "Jadi sebagai orang Indonesia ya harus mencintai olahraga asli Indonesia," ujarnya. Jika, warga Indonesia sendiri tak suka silat, sepak takraw ataupun tarung derajat lama ke lamaan pun bisa diiklaim olahraga dari negara lain bukan Indonesia lagi.

Alumnus SMAN 3 Bondowoso ini mengaku, sejak ikut silat membuat Intan makin disiplin. "Di silat itu tidak boleh telat, akhirnya menjadi kebiasaan," terangnya. Saat menekuni pencak silat hal yang membuat betah adalah lingkungannya antara p[esilat ataupun pelatih. "Waktunya bercanda-bercanda, serius ya serius. Karena, saya gak suka serius tapi di buat bercanda," katanya.

Dia melihat tren masyarakat untuk berolahraga kian tinggi, termasuk perempuannya. Tak hanay olahraga untuk kebugaran atau menguruskan badan saja, lebih dari itu untuk menjaga dirinya. Intan mengamati dari siaran televisi banyak wanita kareir terutama di kota besar mulai sadar perlunya ilmu bela diri. Sehingga, baginya rasanya tepat di usianya masih remaja Intan belajar ilmu bela diri. "Kalau ditodong orang dijalan, setidaknya bisa mengamankan diri sendiri," terangnya.

Rasanya menurut Intan, perempuan sekarang perlu mempelajari ilmu bela diri. Sebab, banyak perempuan menjadi krban kekerasan, kejahatan ataupun asusila. Apalagi kelak perempuan kelak akan jadi ibu untuk anak-anaknya. Sehingga, sosok ibu bisa melindungi ank-anaknya dari bahaya. "Bagaimana bisa menjaga orang lain, kalau belum bisa menjaga dirinya sendiri," imbuhnya. (dwi/wah)

Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 23 Januarai 2017

Disalin Kembali Oleh: (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar