Senin, 06 Februari 2017

Kuliner Harus Khas


DALAM dunia pariwisata, nama Bondowoso sudah menjadi salah satu jujugan wisata. Kekayaan alam yang melimpah sehingga tak salah jika Bondowoso adalah The Higland Paradise. Sayangnya, menurut Rany Yulia Gusti, tempat kulineran harus punya ciri khas tersendiri.


Dara manis asal Petung Curahdimi ini mengaku, memilih traveling di alam terbuka dari pada nge-mall. Meski dua hal tersebut pada dasarnya menyenangkan dan digandrungi kaum hawa, intinya traveling lebih hemat dari pada jalan-jalan ke mall. Saat jalan-jalan ke destinasi wisata di Bondowoso, dia merasa lega dan semua permasalahan ini lepas.

Alam yang asri, pemandangan menakjubkan dan udara segar inilah yang buat wisata Bondowoso menjadi daya tarik turis mancanegara dan domestik.Apalagi punya keunikan dan tak ada di setiap daerah bahkan negara adalah blue fitre di Kawah Ijen. Alumnus SMKN 1 jurusan akuntansi ini menjelaskan dengan potensi wisata Bondowoso dan tingkat kunjungan turis yang tinggi ada potensi yang belum tergarap maksimal. "Kulinernya masih kurang," ujarnya.

Lokasi kulineran yang kurang adalah lokasi dekat destinasi wisata ataupun jalur wisata. Meski, kurang Rany tapi ada kemajuan baik dari pada sebelumnya. Ya cafe-cafe di Bondowoso mulai berdiri hal itu juga jadi perkembangan baik ditambah kota kelahiran Rany ini punya komoditas kopi arabika berkualitas.

Sayangnya cafe atau rumah makan di Bondowoso tersebut menunya ituitu saja. "Rata-rat5a hampir sama menunya, tak ada ciri khasnya. Kalau snack atau minuman ya itu itu saja," ujarnya. Sepengetahuan Rany, cafe sekarang berlomba penampilan atau dekorasi. Perempuan 19 tahun ini pun tampil menawan tentu menarik perhatian anak muda untuk nongkrong, tapi alangkah baiknya ditunjang dengan sajian menawan pula. Sehingga, mereka tak mengajar tempat indahnya tapi memakannya juga,"Apalagi anak kekinian cuma ngejar tempatnya saja," imbuhnya.

Untuk makanan khas Bondowoso pu masih minim. Tak semua tempat kulineran menyajikan makanan Bondowoso. Jika kulineran menyajikan yang khas, pengunjung pun makin lama tinggal di Bondowoso. Turis makin lama juga makin tinggi perputaran perekonomian Bondowoso sebab namanya wisatawan mereka ini ingin liburan menghabiskan uang, tidak cari uang.

Sebagai anak muda Rany pun juga ingin kota kelahirannya makin besar makin ramai, tak sepi-sepi saja. Agar Bondowoso lebih maju tentu perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). (dwi/wah)


Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 17 November 2016
ditulis kembali oleh :(er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar