Selasa, 21 Februari 2017

Bisnis Kuliner itu Ekspresi Diri


DUNIA Bisnis makin terbuka lebar,apalagi dengan keterbukaan informasi saat ini belajar sesuatu pun lebih mudah.Begitulah yang diucapkan oleh Dessy Putry Sari,yang kini lebih senang dengan berbisnis makanan.Dessy memilih bisnis kuliner pun bukan karena tak punya pilihan lagi.

Sewa Tempatnya Agak Mahal


Sejak kuliah di IKIP PGRI Jember dia pun juga bisnis online seperti yang dilakukan banyak anak muda pada umumnya.Namun,hati dan kenyamanan pun lebih senang bisnis kuliner."Bagi saya memasak itu menyenangkan,juga mengekspresikan diri dan ada rasa penasaran begitu,"imbuhnya.

Perempuan kelahiran Banyuwangi 1985 itu pun dikenalkan dunia bisnis kuliner oleh orang tuanya."Jadi waktu SMA saya jualan bakpau disekolah.tapi,yang memasak bakpau mama saya,"ungkapnya.Setelah mentalnya terbentuk untuk menjajakan makanan ke orang lain,setelah lulus kuliah Dessy kembali berbisnis kuliner."setelah lulus membuka cafe susu,"imbuhnya.Untuk memulai bisnis pun lebih nikmat dari yang disukai."."Saya memang suka kulineran,jadi ke luar kota ingin menikmati kuliner setempat.Tapi,saat menikmati itu juga meneliti pakai bumbu apa saja,"ujarnya.Bagi mereka yang suka kulineran,setidaknya coba jangan hanya menikmati maka nanya saja tapi juga meneliti.Dari sana,muncul rasa ingin untuk memasak sendiri dan berbisnis.Bagi yang ingin terjun ke bisnis kuliner,kata Dessy,harus terus pede menyajikan makanan dan terus bereksperimen.Terlebih lagi,jangan mudah menyerah dan jangan takut mencoba hal baru.Sebab,makanan atau minum ditambah sedikit sentuhan itu harganya bisa lebih mahal.Dia mencontohkan yang pernah dijalani,yakni Cafe susu."susunya yang sama susu segar.Tapi diberi rasa-rasa sedikit harganya sudah berbeda,"jelasnya.Makin banyak orang yang suka kulineran,menurut Dessy tak diikuti bisa memasak."Anak perempuan sekarang jarang yang bisa memasak,"ujarnya.Padahal,tambah perempuan berambut panjang ini sebagai sosok perempuan itu harus bisa memasak untuk anak-anaknya dan suaminya.Ada istilah yang wajib dimiliki perempuan ada 3M,macak,masak dan manak.Tapi bagi Dessy,dengan perkembangan jaman sekarang 3M itu tak cukup,namun harus 4P."Pinter macak,pinter manak dan pinter cari uang,"imbuhnya.Sehingga,perempuan pun juga kelebihan untuk membantu ekonomi keluarga.
Perempuan asal Jember ini, memilih berbisnis kuliner di Bondowoso yang menjual makanan di kantin Polres Bondowoso. Bagi Dessy, bisnis kuliner di Kota Gerbong Maut ini banyak peluang dari pada Jember. Sebab, minim kompetitor perubahan konsumsi masyarakat tak sedasyat kota besar. Baik di Jember, Surabaya ataupun Malang. Sehingga, membuka jenis makanan baru di Kota Tape itupun akan bertahan lama dibandingkan kota besar lainnya yang selalu update.
Minusnya di Bondowoso hanya satu, yakni untuk menyewa tempat itu lebih mahal dari pada Jember."Sebenarnya lebih murah Bondowoso kalau mau sewa tempat, tapi ukuan Bondowoso harga itu mahal. Karena, tak sepadat Jember dan daya belinya juga tak begitu tinggi,"imbuhnya (dwi/wah)

Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 06 Februari 2017
ditulis kembali:jsr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar