MEMBACA sudah menjadi hobi perempuan bernama lengkap Riski Faridatul Indah sejak kecil. Kebiasaan itu masih menjadi hobi saat dia duduk dibangku kuliah saat ini.
Mahasiswa Jurusan Tarbiyyah STAI At Taqwa ini mengaku, hal yang paling suka dibaca adalah tentang agama dan pendidikan.
Suka Menulis Puisi dan Artikel
Mengapa agama dan pendiidkan, menurut Riski buku tentang pendiidkan sangat penting karena hidup itu ada aturan dan aturan itu dijelaskan dalam agama. "Sehingga hidup itu tidak berjalan semau kita," akunya.
Tentunya harus dipatuhi baik aturan dari Tuhan maupun dari alam. KArena itu, menurutnya buku tentang pendidikan sangat penting demi membawa sesorang hidup berjalan sebagaimana mestinya.
Sedangkan buku tentang agama, menurutnya juga tidak kalah pentingnya. Sebab selain kemampuan intelektual, kebutuhan spiritual perlu dibenahi. Karena membaca buku tentang agama itu penting. Salah satunya adalah untuk mengenalkan Sang Pencipta dan membuat seseorang semakin sadar, bahwa tujuan hidup manusia tak hanya untuk menhadap Tuhan.
Perempuan asal Desa Pancoran, Bondowoso itu mengaku, rasa sukanya mempelajari buku tentang agama dan pendidikan itu tidak lain karena jurusan pada kuliahnya, yakni Tarbiyyah Pendidikan Islam (PAI). Sebab jurusannya adalah jurusan seorang guru. Sehingga saat ini, dia membaca berbagai referensi agar benar-benar menguasai spesifikasinya keilmuannya tersebut.
Selain membaca, Riski juga suka menulis, mulai tentang puisi, catatan pribadi, dan artikel. Tentunya berbagai kegiatan tersebut tidak langsung bisa dengan mudah dijalani. Butuh proses lama dan butuh membiasakan diri. Namun menurutnya, menuliskan adalah membaca dengan jelas. "Sebab ketika seseorang menulis, maka dalam pikirannya akan sangat diingat," akunya.
Dengan membaca, dirinya mendapatkan suatu pengetahuan yang luas dan bisa mengenal dunia. Karena itu, ada kata-kata membaca adalah jendela dunia. "DAn juga bisa sebagai solusi
suatu permasalahan," akunya.
Sebab baginya hidup itu merupakan ruang masalah. Ketika tidak ada tempatyang amanuntuk bersembunyi, maka keluarlah dan tegakkan badanmu. "Artinya harus bangkit, dan saya banyak menemukan motivasi dalam membaca," terangnya. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 09 Januari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar