Jumat, 03 Maret 2017
Orang Prajekan Itu Aktif
NAMA Prajekan rasanya akan terus diingat oleh Nina Amalia. Mahasiswi Farmasi Unej asal Denpasar ini setidaknya sudah sebulan lebih tinggal dan menyelesaikan KKN di sana. Saat tingga di Prajekan, dia mengaku benar-benar menimati momen KKN dan tinggal di desa tersebut. "Enaknya ya punya teman baru," ujarnya.
Kamis, 02 Maret 2017
Publis Tempat Wisata
PEREMPUAN bernama lengkap Fita Okta Fiana ini termasuk orang yang sangat suka wisata. Hal itu bisa dilihat diakun IG-nya yang banyak mempublis tempat wisata di Bondowoso. Dia menilai, wisata alam Bondowoso itu asyik dan menakjubkan.
Disiplin Tak Harus Keras
SUCI Karunia Putri, alumnus SMKN 1 Bondowoso ini merasa bersyukur terdidik dispilin oleh sekolahnya. Hingga di dunia pekerjaan pun dia selalu mengingat jasa seorang guru yang pernah mengajarinya disiplin. Bahkan, hidup tanpa disiplin rasanya kurang bermakna.
Dampaknya Terasa Hingga Dewasa
Perempuan asal Suger Lor Maesan ini mengaku sejak sekolah menengah dia tak lagi telat. "Kalau waktu SMPN2 Maesan sering telat, padahal dekat dengan rumah," ujarnya. Awal-awal terdidik untuk jadi pelajar yang disiplin, bagi Suci ada rasa tak nyaman dan menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu rasanya disiplin itu menyenangkan dan tanpa disuruh on time sendiri masuk kelas, sekolah, hingga menyelesaikan PR.
Rasanya disiplin itu mudah menjadi kebiasaan dan bagian hidup Suci. Terdidik disiplin tersebut juga ditambah mengikuti pramuka. "Saya tidak suka diam, ikut pramuka yang senang," ujarnya. Sehingga, kata dia, rasanya pramuka perlu diwajibkan ikut bagi pelajar hingga tingkat menengah atas.Ada disiplin, dan kebersamaan," terangnya.
Untuk memulai disiplin dari diri sendiri,rasanya juga sulit,Sebab,untuk disiplin juga ada pemicunya atau orang-orang yang memantau.Bagi dia,untuk mempermudah disiplin dikalangan pelajar tentu dengan cara menghukum.Tapi,bagi Suci,hukuman yang dilakukan tak harus kekerasan fisik.Hukuman yang baik tentu seperti bersih-bersih sekolah dan jangan disuruh lari-lari."kalau ada manfaatnya sebagai rasa ikut memiliki sekolah,"terangnya.
Jika,dihukum tak boleh masuk sekolah dan dipulangkan rasanya tidak mendidik.Sebab,mereka telat itu juga ada niatan berangkat sekolah.Belum lagi jika mereka jika disuruh pulang,apa benar-benar pulang ke rumah.Sementara hukuman berupa poin pun rasanya kurang cocok."Pelajar itu masih remaja pola berpikirnya masih jangka pendek.Jika poin diberlakukan ya cocok dimahasiswa,karena sudah dewasa.Kalau salah ya langsung ditegur atau dihukum saja,"jelasnya.
Suci yang kini bekerja di koperasi Bank Jatim Bondowoso itu mengaku disiplin sangat terasa pekerjaannya itu,"sampai sekarang terasa,terutama masalah pencatatan keuangan dan masuk kerja,'imbuhnya.Namun perlu dingat disiplin juga harus disesuaikan dengan keadaan sekitar."Kalau disekolah disiplin dengan marah-marah atau keras juga tidak cocok,"katanya.(dwi/wah)
Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 25 Februari 2017
Ditulis kembali:IS
Rabu, 01 Maret 2017
Penggemar Itu Ruh dari Profesi
MENGGELUTI dunia tarik suara sejak 2008, membuatnya Ecy Firmansyah saat ini sudah menjadi penyanyi senior. Di tapalkuda, namanya sudah cukup dikenal. Namun begitu, ada hal unik yang dialaminya selama ini. Dia seringkali dianggap judes oleh para penyanyi junior. "Penyanyi baru takut," ungkapnya.
Guru Itu Pengabdian
SOSOK guru dambaan Rini Indah Agustriana sejak kecil. Kini dia sudah menjadi guru di SDN Maesan. bginya sosok tenaga pengajar adalah pengabdian RIni menjadi guru sudah cukup lam, yakni 14 tahun Mulai 2002 dia sudah menjalani profesi sebagai guru." awalnya nayaman-nyaman saja jadi guru dan mudah untuk adaptasi," ujarnya.
Dia merasa tak ada susahnya menyampaikan pelajaran ke ank didiknya itu, meski baru pertama kali.
Langganan:
Komentar (Atom)




