Kamis, 09 Februari 2017

Tempa Diri di Organisasi Mahasiswa


JIWA organisasi Husnatul Wakiatul Wardatih membuatnya aktif di Organisasi perempuan. Dia saat ini tercatat sebagai sekretaris Korps PMII Putri (Kopri) Bondowoso. Hal itu dilakukan demi menempa diri menjadi lebih baik. Sebab cita-citanya ingin menjadi pemimpin perempuan.

Saat, perempuan yang akrab disapa Husna ini msih berstatus mahasiswi semester VII Jurusan Tarbiyyah STAI At Taqwa. Sebagai mahasiswi, dirinya tidak ingin jika hanya berkutat dibangku kuliah saja.


Marah Jika Perempuan Dibilang Lemah

Sebagai perempuan, saya tidak ingin dipandang remeh dan dipandang lemah," ungkap perempuan kelahiran 18 April 1994 itu.

Perempuan asal Desa Karanganyar. Tegalampel tersebut selama ini sangat marah ketika ada orang yang menganggap jika tugas perempuan itu lemah. Apalagi ketika ada yang menganggap jika tugas perempuan itu hanya dapur,sumur, dan kasur. Artinya mereka hanya bertugas di rumah memasak, mencuci dan menemani suami tidur. Karena itu, dari kecil saya ingin menempuh pendidikan tinggi, dan alhamdulillah saya bisa," terangnya.

Namun baginya kuliah saja tidak cukup, sebab ketika, mata kuliah hanya membarikan 30 persen saja pengalaman. Sementara 70 persen lainnya adalah kreasi mahasiswa sendiri. Karena itu, saya lantas aktif diorganisasi," terangnya.

Sejak saat itu, dia gabung PMII dan aktif di komisariat At Taqwa. Namun sejalan dengan kemauannya, dia lantas menjadi pengurus cabang. Sesuai basic-nya, Husna ditugaskan menjadi pengurus Kopri.

Berbagai kegiatan dia lakukan, utamanya kegiatan untuk pemberdayaan perempuan. Memang salah satu tujuan Kopri adalah mendorong para perempuan agar berdaya. sehingga mereka tidak muda ditindas. "Lebih-lebih para perempuan harus bisa menjadi pemimpin, minimal pemimpin bagi anak-anaknya," tuturnya.

Berbagai kegiatannya itu adalah kegiatan yang memuat ilmu tentang gender. Seperti sekolah Islam gender (SIG). Sekolah Kader Kopri (SKK). Begitu juga saat perayaan hari ibu Desember lalu, dirinya membuat kegiatan refleksi hari ibu. Di dalamnya membuat berbagai pembahasan tentang ibu dan seorang perempuan. "Berbagai para perempuan itu bisa berpikir jauh kedepan, dan pengetahuan itu harus terus dipupuk agar bisa terbuka pemikirannya," terangnya. (hud/wah)

Sumber : Jawa Pos Radar Ijen 4 Januari 2017
Ditulis Kembeli Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar