Rabu, 01 Maret 2017

Guru Itu Pengabdian


SOSOK guru dambaan Rini Indah Agustriana sejak kecil. Kini dia sudah menjadi guru di SDN Maesan. bginya sosok tenaga pengajar adalah pengabdian RIni menjadi guru sudah cukup lam, yakni 14 tahun Mulai 2002 dia sudah menjalani profesi sebagai guru." awalnya nayaman-nyaman saja jadi guru dan mudah untuk adaptasi," ujarnya.

Dia merasa tak ada susahnya menyampaikan pelajaran ke ank didiknya itu, meski baru pertama kali.

Mau Keluar, Berat Tinggalkan Anak Didik

Hal Hal itu menuru dia, karena du oarang tua adalah guru. Sehingga, secara tidak langsung darah sebagi guru itu mengalair ke diri rini. "bapak ibu guru semua, jadi ilmu bagaimanan cara mengajatr bisa jadi di dapat dari orang tua," imbuhnya.

Berprofesi guru, tambah Rini, sebenarnya tidak hanyuabekerja saja, tapi lebih kepada pengabdian. guru pun tidak bisa motivasinya jhanya mencari uanang semata, harus ada sisi pengabdiannya. Sehingga, jadi guru itu juga didasari dengan keiklasan dan ketulusan dalam mendiidikan murid-muridnya itu.Meski 14 tahun menjadi guru, Rini tetap berstatus guru sukwan K2 dan belum ada kepastian kapan diangkat menjadi PNS "antara guru k2 sama sukwan, gajinya ya sama. bedanya u K2 ini sudah ikut tes dan masuk dalam daftar pengangkatan ," katanya.

Ikut tes K2 pun Rini se,pat gagal satu kali pada 2013 dan lulus tes tahun berikutnya 2014. Sudah tiga tahun tak kunnjung diangkat, sabar, dan sabar inilah perasaan Rini. Dengan gaji perbulan Rp 300 ribu, dia harus panmdai-pandai mengatur keuangan rumah tangga," Pertama kali gajinya Rp 25 ribju terus naik," katanya.

Apalagi suaminya juga guru sukwan. "perbulan gaji saya dan suami Rp 600 ribu, kadang ya gak smapai segitu," ujarnya. Rini dan suaminya, sempat terbesit mencari pekerjan baru yang lebih meyakinkan soal pemasukan rumah tangganya itu. Namun, menurut perempauan 33 tahun ini, rasanya berat meninggalakan anak didiknya dan nyaman dengan pekerjaan sebagai guru.

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, setidaknya guru sukwan itu harus pntar mencaroii pemasukan tambahan. Sebelum memiliki anak. Rini menacarai tambahan dengan membuat les privat atau pun les di rumahnya. "Sekarang sudah tidak buka les-lesan lagi, karena punya anak kecil. jadi, sekarang bisnis online," katanya. Sementara suaminya juga bekerja menbdekorasi pesta pernikahan.(dwi/wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 22 Februari 2017

Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar