BEKERJA sebagai administrasi adalah pengalaman baru untuk Siti Khotijah. Meski, keahliannya adalah sebagai tata boga dia pun tak takut untuk bekerja diluar kemampuannya. Intinya, pekerjaan itu nikmat karena dijalankan bukan dibayangkan saja.
Alumnus SMKN 2 jurusan tat boga ini mengakui awal lulus langsung kerja dirumah makan. "Saat pertama memilih jurusan tat boga dan selama sekolah sudah ada bayangan kerja direstoran, rumah makan ataupun hal yang berkaitan dengan kuliner," ungkapnya. Namun, dalam perjalnan Siti mulai penasaran dengan hal hal baru diluar makanan ataupun masak- memasak.
saat ada lowongan kerja sebagai admin, Siti pun tak segan untuk mencoba hal baru.
Senang Cafe Tumbuh di Bondowoso
Prinsip dia, semakain banyak ilmu semakin baik. Hal itulahyang membuat siti keluar dari pekerjaan dan sekarang jadi admin. Banyak orang mengatakan menjadi admin adalah pekerjaan yang membosankan, bagi perempuan 23 tahun ini tidak sama sekali . Dia merasa orang yang mengatakan hal itu adalahbelum pernah mencoba dan dari dulu pekerjannya di dalam ruangan atau admin saja. "Makanya sebelum tahu rasanya kerja itu seperti apa yang dilakukan. Jangan tanya ke orang ain atau bayangkan," imbuhnya.
Siti pun ingin berubah pemikiran siswa yang baru lulus jangan berpiliran untuk kerja sesuai dengan bidanganya. "Apa yang ada sekarang kerjakan, ada lowongan A ya daftar," imbuhnya. sebab, jika terlalu lama menganggur akan kaget jika bekerja nanti. Sebab, kerja sema sekali tentu bebannya lebih berat kerja dari pada sekolah. Sementara saat sekolah pelajaran paling berharga disunia kerja adalah disiplin waktu. "Kalau sekolah itu kan setiap pagi berangkat sama dengan kerja. Jika terlalu lamqa jadi pengangguran untuk memulai berangkat pagi perlu adaptasi lagi, imbuhnya.
Perusahaan pun juga lebih suka menerima luluan baru atu fresh graduate ketimbang satu dua tahun tak bekerja. Sehi9ngga, kata dia, setelah lulus jangan terlalu manikmati masa jalan jalan . Siti menjelaskan jika orang sudah bekerja wawaan dan uilmu pun meningkat. Informasi lowongan kerja pun makin banyak dari pada saat sekolah.
Berbicara kulinean di Bondowoso, Siti merasa paling meningkat adalah ilmu meramu kopi. Ya semakin banyak tumbuh cafe-cafe dikota kelahiranyatersebut sudah tentu kian banyak barista. Aalagi, ditunjang dengan kopi yang ada di Bondowoso. "Internet ada, gurunya ada dan lamngsung melihat tanaman kopi plus prosesnya jga da di Bondowoso. Berbeda dengan di kota besar pantai meramu tapi tak tahu tanaman kopi , imbuhnya.
Sehingga, republik kopi yang dicanangkn Bupati Bondowoso tak sekedar membuat cafe ataupun minum kopi asli Bondowoso. Justru masyarakat harus paham ilmu perkopian. lebih-lebih menjadi pelaku kopi tidak konsumen kopi saja. sehingga, saat ada wisatawan tanya kopi Bondowoso itu seperti apa masyarakat paham tak perlu guide.(dwi/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen 12 November 2016
ditulisoleh: Rs

Tidak ada komentar:
Posting Komentar