Kamis, 02 Februari 2017

Ikut Konservasi Bambu


 
KONSENTRASI bambu menirt Clara Desintya Dhea adalah sesuatu hal yang sangat penting. Dimana dataran yang ditumbuhi bambu, dipastikan kabur. Hal itu karena akar bambu bisa menyimpan air yang banyak.

Perempuan sal Blora,, Jawa Tengah tersebut menyampaikan hal itun saat berkunjung ke Desa Sulek, Tlogosari pekan lalu. Dia mengaku kagum dengan Bondowoso. Apalagi melihat da kelompok masyarakat yang peduli dengan bambu. Menurutnya, semagat masyarakat merupakan potensi yang sangat penting untuk mengembangkan bambu. "Ketika ada kemauan masyarakat, maka konservasi bambu bisa terwujud," tegasnya.


Mahasiswa Harus Inovatif

Menurut gadis yang kini tengah menjalani studi di Agroteknologi., Fakultas pert5anian, Unej itu, saat ini banyak orang yang merasa bambu adalah tanaman kuno. Dimana pada jaman dahulu, manfaat bambu digunakan untuk membuat rumah. Sedangkan pada saat ini, rumah dari bambu sudah sangat jarang ditemui.
Namun ternyata, setelah melihat kreasi masyarakat Desa Sulek, Tlogosari, paradigma itu terbantahkan. Sebab masyarakat di sana banyak yang memanfaatkan bamabu menjadi kerajinan. Sehingga praktis bambu tidak hanya dijadikan gedhek dan untuk tiang rumah. Melainkan dijadikan kerajinan yang memiliki nilai jualm tinggi. "Saya melihat di buat kursi, dibuat rak dan bentu8knya tidak ndeso, namun elegan," ujar perempuan yang akan berulang tahun Desember nanti.

Lebih-lebih pada acara itu, hutan bambu yang dirawat masyarakat ternyata tidak hanya dijadikan hutan saja. melainkan bisa dipakaiuntuyk tempat wisata. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Unej pada akhir pekan itu, mereka mambuat seminar ditengah hutan bambu.

Hal itu menjadi suguhan yang luar biasa. Apalagi seminar itu di datangkan pemateran mastok Setyanto, yang merupak pegiat bambu. Dalam materinya, Calra semakin yakin bambu bukanlah hal yang sepele. Sebab masih ada banyak kerajinan yang bisa dibuat dengan bambu. Misalnya yang berhubungan dengan teknologi, flasdusk dari bambu, pulpen dari bambu dan sebagainya.

Sehingga dalam gambarannya, dirinya yang merupakan mahasiswa bisa mengembangkan kreasi itu kelah ketika lulus. Minimal mengetahui kreasi tersebut.

Perempuan yang bercita-cita menjadi PPL pertanian ini mengaku di daerah asalnya, masyarakat banyk yang menanam padim dan jangung. Khusu untuk bambun memang sangat jarang. Namun menurutnya ubtuk penjegahan erosi, bambu bisa ditanam di pinggir sungai. Sehingga akarnya banyal, bisa menjadi penahan erosi.

Mahasiswa semester V itu mengaku salah, satu tantang di are saat ini adalah inovasi. Sehingga seseorang bisa bernovasi, maka akn bisa suses. Begitu juga dengan mahasiswa. Ketika luus nanati tidak jaminan pekerjaan, namun masih harus berjuang,. Dalam perjuangan itulah kreasi. "Karena itu saya ingin menjadi orang yang sukses," tandasnya.(hud/wah)



Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 07 N0vember 2016
Ditulis Oleh : (Yn)



Dipopulerkan oleh: Yeni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar