Rabu, 08 Februari 2017
Nikmatnya Kopi Arabika
LUTVIANA Nurnaimah, memang baru pertama kali menikmati Kopi Arabika Java Ijen Raung. Dan dia juga nbaru kali pertama berkunjung ke Bondowoso. Namun bagi perempuan asal Jogjakarta ini, kunjungannya sangat mengesankan. Rasa kopinya juga sangat sempurna.
Perempuan yang akrab disapa Vina itu menjelaskan, berbicara kopi memang di setiap daerah ada, namun citarasanya yang berbeda. Bondowoso merupakan daerah yang memiliki kekayaan citarasa tersebut sehingga sudah selayaknya diberi predikat Bondowoso Republik Kopi.
"Saya melihat kawasan perkebunan di Sempol, udaranya dingin, saat itulah saya minum kopi, mantap rasanya," ujarnyaperempuan yang dinobatkan sebagai Pembayun Kanjang Resi Herbayu tersebut.
Dia melihat, Jogjakarta banyak dikunjungi wisatawan karena kekayaan budayanya. mulai dari budaya keraton, budaya sopan santunnya, Namun yang lebih penting adalah bagaimana mengemasnya menjadi sebuah objek yang bisa dikemas menjadi tempat wisata. "Saya kira Bondowoso pun bisa," akunya.
Perempuan kelahiran 3 Maret 1997 itu menilai, kekayaan alam Bondowoso sangat bagus. Mulai dari kopinya sampai alamnya. Sebab Bondowoso, memiliki beberapa objek wisata alam yang menarik. Mulai Kawah Ijen, Kawah Wuruh, Megasari, dan kebun kopi di Sempol. "Intinya saya menganggapnya asik," terangnya.
Dia melihat adanya semangat untuk pengembangan pariwisata itu juga harus didukung masyarakat. Sebab ketika pemerintah mendorong, harus ndidukung juga masyarakatnya. Ketika ada kebersamaan, maka mengangkat potensi daerah itu semakin mudah.
Hal yang unik yang ditemukan adalah komunikasi. Sebab Vina sama sekali tidak bisa berbahasa madura. Saat melihat orang berkomunikasi dengan bahasa Madura, dia melihat sangat asyik. Baginya kunjungan ke Bondowoso beberapa waktu lali itu merupakan hal yang luar biasa.
Potensi lain yang bisa mengangkat wisata adalah udaranya. Bondowoso adalah daerah yang banyak memiliki dataran tinggi. Sehingga udaranya sangat dingin. Kondisi udara itu sangat bagus untuk wisatawan sehingga bisa menjadi bahan jualan wisata yang bagus. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 30 November 2016
ditulis kembali oleh : (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar