Jumat, 10 Februari 2017

Ayo Jaga Kebersihan Ijen


    KAWAH Ijen semakin banyak pengunjung, tak hanya turis domestik saja juga mancanegara. Ijen juga lagi hangat diperbincangkan karena sering disebut-sebut berada di dua daerah Bondowoso dan Banyuwangi. Namun, bagi Rastra Revolusione keindahan Ijen ini harus bersama-sama di jaga. Bersih dari sampah dan bersih dari vandalisme.


Banyak Lokasi Wisata bagus di Sekitar Ijen


    Laras atau Raras panggilan akrabnya, baru beberapa bulan kemarin naik ke Gunung Ijen. Namun, dia merasakan perbedaan antara tiga tahun lalu. Perbedaan pertama adalah makin banyak pengunjung dan para pedagang di Paltuding. "Dulu Ijen ramai itu hari sabtu dan Minggu saja. Tapi sekarang ramai terus, nahkan Sabtu dan Minggu parkiran sampai padat," terangnya.

    Saat masih SMA sekitar 2009, hanya ada beberapa kelompok anak muda yang camping. "Sekarang banyak, bahkan mereka juga banyak yang tidur di pedangang-pedangan,' ujarnya. Semakin banyak pengunjung, adalah baik tapi juga ada sisi tak baiknya terutama masalah kebersihan. Tak hanya itu saja batu-batu mendekati puncak pun banyak coret-coretan, selain itu selter sebagai tempat istirahat pendaki kondisinya memprihatinkan.

    Sehingga, kata dia, alangkah baiknya bersama-sama menjaga Ijen ini bersih jauh dari sampah dan vandalisme. Apalagi saat ini bulan eranya lagi vandalisme lewat coret-coretan tapi juga lewat foto selfie yang di sahre di medsos. Sementara untuk sampah, menurut Raras, jika mengandalkan petugas kebersihan tak akan mampu. Terlebih lagi butuh tenaga ektra naik turun gunung untuk mengambil sampah. "Wisatawan alam ini harus mencintai alam itu akan hilang," paparnya.

    Agar Ijen ini tetap bersih, mungkin menurut Laras bisa pakai metode pendakian di Gunung Semeru ataupun di Gunung Gede Pangrango, jawa Barat. "KAlau disana setiap pendaki diperiksa barang apa saja yang dibawa dan saat turun gunung barang yang menimbullkan sampah itu dibawa turun," jelasnya.

    Menurut Raras, wisata menuju Ijen dari arah Bondowoso semakin banyak ragamnya. "Kalau dulu mungkin dari hanya pemandian air panas Blawan dan air terjun Blawan serta kali pahit saja. sekarang lebih banyak lagi," ujarnya. Ada Kawah Wurung (Kawu), ada Air Terjun Gentongan, Busa, bahkan ada juga wisata Paralayang di Megasari.

    Berkat makin banyak peminat wisata alam, potensi Kecamatan Sempol dan sekarang Kecamatan Ijen makin bermunculan. Lagi-lagi perempuan 24 tahun tersebut ingin namanya wisata alam ini tetap bersih dari sampah. (dwi/wah)





Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 7 Januari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar