Selasa, 14 Februari 2017

Dalami Dunia Advertising


DI usianya yang 24 tahun, Violita Eka Fitrhi sudah merasakan menjadi seorang manajer dalam bisnis advertising.


Kuasai Juga Dunia Fotografi

Sebenarnya dari sisi spesifikasi keilmuan saat kuliah dahulu, pekerjaannya saat ini tidak sinkron. Namun dengan kesungguhannya, dia berhasil tegar. Hanya saja, dia memulai usaha adversiting di Jember.
Saat kuliah dahulu, Vio-panggilan akrabnya - menempuh Jurusan Pendidikan Prodi Teknik Informatika. Dia menempuk kuliah di Universitas Negeri Malang. Sebenarnya jika, mengacu spesifikasi keilmuannya, gadis kelahiran 25 Maret 1993 ini seharusnya menjadi guru. "Namun ternyata saat di dunia kerja, profesi saya lain," terangnya.

Diakuinya dia mendalami dunia advertising karena menjalankan usaha milik pamannya. Saat itu, dioa sebenarnya tidak memiliki basic yang kuat di dunia advertising. Namun karena ada alat cetak dan ada kantor yang ngangur, maka dia memberanikan diri.

"Saat itu sebenarnya sudah pernah ada yang mengelola, namun ditinggal, akhirnya saya memberanikan," ungkapnya.

Dia saat itu diberi waktu satu tahun. Jiuka berhasil maka bisa terus mendalami usaha itu, jika tidak maka harus berhenti. Namun kesempatan itu tidak disiasiakannya. Dan akhirnya dia berhasil melalui hal itu.

Sebenarnya awal kali dahulu dia adalah anak yang suka dunia fotografi. Bahkan saat masih duduk di bangku SMA. Tepatnya diawal 2011. Saat itu dia banyak diajari oleh para fotografer Bondowoso.
"
Saya mempelajari teknik foto tentang figur, jadi objeknya adalah benda hidup," terangnta.
Karena rasa sukanya di dunia kesenian, dia saat itu sempat ingin melanjutkan kuliah di ISI Jogja. Namun karena arahan orang tua, dia lantas melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Malang.

Saat di bangku kuliah, hobi fotografinya itu tidak stagman. Sebab dia masih saja mengeksplore kemampuannya. Bahklan saat masih berstatus sebagai mahasiswa, dia sempat belajar fotografi ke Jogja.

"Saya belajar bagaimana tentang framming dan mencari angle yang bagus dan belajar lighting," ujarnya.

Untuk memperdalam kemampuannya, dirinya banayk melihat konsep foto para fotografer terkenal. Bahkan karena itu, dia sempat memiliki pengalaman menarik. Dia sempat membuat konsep yang sama dengan yang menjadi referensinya, namun dibuat denagn latar berbeda. "Konsepnya sama, namaun tempoat dan akseksorisnya berbeda, itu saja masih mendapat komen tidak enak," terangnya.

Walau mendapat komen tidak sedap, namun dia hikmah yang dapat di ambil. Yakni dirinya bisa membuat framming yang dibuat oleh fotografer terkenal. "Dan selanjutnya, saya terus membuat kreasi," terang anak pertama dari apsangan Puput Rijatmiko dan Ermi ini.

Kini, dunia fotografer itu juga masih dilakoninya. Sebab di rumahnya, dia memiliki alat fotografi lengkap. Dia seringkali mendapat job foto dari berbagai sekolah, Seperti saat perpisahan atau saat membuat KPTS. "Saya bersama adik-adik SMK yang baru lulus, itu saya buat tim untuk bekerja, sambil lalu mengajari," pungkasnya. (hud/wah)

Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 14 Januari 2017

Disalin Kembali Oleh: (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar