Selasa, 07 Februari 2017
Penasaran Kawu
MEREKA yang dari luar kota seperti Rini Puspa mengenal Bondowoso dari dua hal, Kawah Ijen dan Tape. Namun akhir-akhir ini bagi perempuan asal Jember tersebut justru padang savana Kawah Warung yang bikin penasaran, "Daei dulu teman-teman Bondowoso ya Kawah Ijen-nya dan tape manisnya. Tapi sekarang lebih banyak ngomongi Kawu," ungkapnya.
Rini yang belum pernah ke Kawu pun merasa ingin liburan di sana. Dia pun sudah membanyangkan keindahan Kawu diketahui foto Kawu dia mengira di Gunung Semeru ataupun daerah dekat Gunung Bromo.
Bisa Menjadi Wisata Edukasi
"Tak kira dekat Bromo dan Semeru, eh ternyata ada di dekat Ijen, " ujarnya.
Rini pun membayangkan Kawu tak ubahnya bukit teletubies. Perempuan berambut panjang itu pun juga sempat membaca catatan perjalanan traveler bahwa Kawu ini seperti Australia ataupun Selandia Baru. Sebab, padang savana nan luas tersebut ada sapi dan kuda berkaliaran. Jika ada orang yang mendekat dua hewan ternak tersebut lari. Badannya, tambah Rini, jika padang savana dinegeri kangguru hewan ternaknya sapi perah di Kawu sapii pedaging. "Coba sapi perah pasti lebih menarik, ucapnya.
Rini berpendapat jika Pembab Bondowoso ini mengembangkan klaster susu atau sapi perah di kawasan Kawu bukan tidak mungkin kunjungan makin meningkat. "Tak hanya ank muda saja nanti ke Kawu, Tapi anak sekolahh juga," ujarnya. Sebab anak sekolah ke kawu mendapatkan ilmu proses membuat susu sehingga Kawu bisa jadi wisata plus wisata edukasi.
Jika tak dikembangkan jadi tempat pengembangan sapi perah, tambah rini, sebetulnya Kawu sudah ada unsur wisata edukasi. Ya di sana ada peninggalan bangunan Belanda yang kini masih eksi yakin guest house. "Menurut cerita peninggalan Belanda. Kalau memangg benar yang kembangkan wisata sejarah juga. Tak hanya tonjolkan foto-fotonya yang bagus di guest house," imbuhnya.
Bahkan, kata Rini, pengembangan wisata holtikultura di sekitar Kawu pun cocok. Ya dari berbagai sumber yang dia tahu, di sana ada pertanian kentang dan gubis. Apalagi dua tanaman sayuran di Kawu kualitasnya baik karena tumbuh di daratan tinggi yang diingin.
Berbicara tanaman holtikultura menurut Rini yang pernah jadi oikut promosi bibit di Besuk, Klabang mengaku, Bondowoso ini punya potensi juga kembangkan pertanian sayur-sayuran. Sebab di besuk namanya tanaman sayur-sayuran tertata rapi dan indah. Bahkan, setiap orang yang melihatnya ingin sekali memetik dan ingin bercocok tanaman. Di besuk juga cocok jadi wisata. Jika anak sekolah di besuk, pasti anak kecil di Bondowoso ini suka makan sayur," ujarnya. Berkat Kawu dan pertanian holtikutura bagi Rini Bondowoso hak hanya punya Ijen dan Tape saja. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen 27 November 2016
Ditulis Oleh : (IS)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar