Senin, 06 Februari 2017

Petani Itu Asyik


Dunia pertanian memang asing bagi Vira Veronica. Berprofesi sebagai penyanyi dia baru sadar menjadi petani ini asyik juga. Hal itu saat dia melihat pertanian di Besuk, Klambang, kemarin (17/11).

Perempuan asal Jenggawah, Jember ini mengaku sering berkunjung ke Bondowo. Entah itu jalan-jalan ataupun menyanyi. Apalagi Bondowoso memang jagoan dalam hal wisata alam, ada Kawah Ijen, Kawah Wurung, perkebunan kopi yang dan lokasi eksotis. Untuk pertanian dia sama dengan daerah-daerah lain.

Berkat ikut mempromosikan bibit pertanian di Besuk, Klabang Veronica merasa beruntung."Saya kira ya promosi biasa seperti di pameran-pameran.

Konsep Pertanian Besuk Bikin Betah

Tapi di Bondowoso ternyata beda," terangnya. Lahan pertanian tersebut disulap jadi menawan dan lengkap. Tak hanya pertanian padi dan jagung, tapi juga ada pertanian holtikultura.Bahkan, kata dia, tanaman padi tersebut ada beberapa jenis.

Dia mnengaku, orang yang pertama ke lahan pertanian di Besuk, Klabang ini pasti senang dan betah berlama-lama."Lihat gambas, waluh putih dan tomat mengantung di atas siapa yang tak ingin memetik,"terang perempuan 28 tahun ini. penampilan lahan pertanian pun bersih.

Melihat pertanian di Bondowoso tersebut rasanya merubah pemikirannya bahwa menjadi petani ini capek,kotor, dan becek."Ternyata lihat lahan di sini jadi petani asyik juga,"ujarnya. Dia yang berprofesi pelantun lagu itu lebih berfikir memanfaatkan lahan pertanian di Besuk, Klabang untuk wisata.

Tak hanya asyik untuk foto selfie tapi juga mendapatkan ilmu. Bisa dikatakan, cocok untuk wisata edukasi. Jika, petani di Indonesia bisa menerapkan pertanian asal Besuk, Klabang bukan tidak mungkin petani ini akan sejahtera. Sehingga, dari sana banyak orang yang ingin jadi petani dan secara jangka panjang Indonesia tak akan impor-impor tanaman holtikultura seperti cabai dari luar negeri lagi.

Melihat lahan pertanian di Besuk ini, Veronica pun ingin ada juga lahan buah-buahan yang menawan. Beragam buah-buahnya pun bisa dimakan langsung dari pohonnya oleh pengujung seperti lokasi wisata di Batu. (dei/wah)

Sumber: Jawa Pos Radar Ijen 18 November 2016
ditulisoleh: JSR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar