PERKEMBANGAN kota besar dengan jumlah penduduk yang terus bertambah memunculkan kota kedua atau Second City. Kota kedua itu, menurut Anisa Kartia Sari, bisa jadi Bondowoso lebih nyaman sebagai tempat tinggal.
Perempuan 22 tahun itu mengetahui Bondowoso menjadi kota ke dua itu dari bekerja di salah satu operator seluler. Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini sudah ke arah 4G. "Dulu gencar 3G, sekarang berkembangnya teknologi telekomunikasi sudah lebih cepat lewat 4G lagi," terangnya.
Nyaman untuk Tempat Tinggal
Teknologi telekomunikasi itu tentu tidak hanya menyasar kota besar saja, tapi juga kota kedua atau second city.Menggelar acara 4G ke Bondowoso pun sempat bmenjadi pertanyaan baginya. "Mengapa kok tidak di Jember saja kota nesar di Tapal Kuda. Ternyata tujuannya menyesar kota kota ke dua," ujarnya. Sehingga, kata dia, menjadi second city bukan lagi menjadi kota yang tertinggal, ataupun juydul.
Tapi, second city sekarang mengasyikkan. "KOta boleh sepi tapi perkembangan teknologi komunikasi ya sama," katanya. Tak hanya itu saja, menurut perempuan kelahiran Bondowoso ini, second city ini menjadi penyimbang dang penyangga kota.
Dia mencotohkan, Jakarta second city itu adalah di Depok, Bekasi hingga Bogor. Sementara Surabay second city terletak di Sidoarjo, Gresik hingga Mojokerto. "Kalau second citynya Jember ya Bondowoso," ujarnya. Sementara untuk Banyuwangi menurut dia adalah Situbondo. Apalagi, tambah dia, Bondowoso dengan Jember ini jaraknya cukup dekat hanya membutuhkan waktu satu jam saja perjalanan.
Menurut dia kota ke dua itu menjadi tempat tinggal yang nyaman dari pada di kota. Melihat perkembangan hunian di Surabaya saja itu banyak ke kota ke dua, Sidoarjo, Gresik atauapun Mojokerto. "Begitu juga dengan Jakarta, tempat tinggal mereka juga banyak ke Bogor. Karena, lebih nyaman ditinggali," ujarnya.
Begitu pula dengan Bondowoso dengan hawa yang sejuk dan bebas macet membuat kota itu pilihan tepat jadi tempat tinggal para pekerja-pekerja dari Jember. Apalagi, ditambah banyak tempat wisata alam menarik. Menurut alumnus SMKN 2 Bondowoso ini, yakin 5 hingga 10 tahun ke depan kota kelahirannya tersebut jadi pilihan para pekerja dari Jember. "Kalau sekarangb Jember masih banyak lahan kosong, kedepan pasti beralih ke Bondowoso," ujarnya. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar ijen, 14 Februari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar