GAUNG Bondowoso Republik Kopi (BRK) tak hanya berdampak pada kesejahteraan petani kopi saja namun juga membuat pemuda pedesaan makin bangga menjadi orang Bondowoso, Dina Febriana, remaja asala Sumber Wringin, salah satunya
Saat ada acara Dina dengan percaya diri menjajakan kopi arabika asal daerahnya itu. Perempuan yang bekerja sebagai staf Kecamatan Sumber Wringin pun juga menjelaskan BRK yang stikernya juga tertempel di cup kopi. "Suka kopi arabika dari Bondowoso ini, orang tua saya juga punya kebun kopi dan juga kopi arabika yang ditanam," jelasnya.
Di Sana Ada Hutan Bogor dan Kamar Bola
Dina masih ingat betul dulu kopi di Sumber Wringin kurang diminati dan kurang diperhatikan. Setiap panen raya saya, setiap ada tanah lapang digunakan sebagai penjemuran kopi. Bahkan, pinggir jalan beraspal pun tak luput dari tempat favorit menjemur kopi. Sejak, adanya BRK Dinda pun mulai terasa ada peningkatan taraf hidup masyarakat di lereng Gunung Ijen dan Raung. Bantuan peralatan mengenai kopi mulai turun, dan banyak pula orang ahli kopi turun langsung ke petani. Dina pun mulai merasakan pula nikmatnya kopi arabika yang sudah dibina tersebut.Dari sana, Dina mulai bangga menjadi orang Sumber Wringin. Jika saat sekolah di SMKN 1 Bondowoso, Dina sering menjadi lelucon karena rumahnya di pucuk gunung, pedesaan, dan sepi. "Sekarang teman-teman banyak yang tanya tentang kopi. Ada juga yang tiba-tiba ke Sumber Wringin penasaran dengan kebun kopi dan bagaimana prosesnya, bahkan ada yang minta juga," jelas perempuan kelahiran 18 Maret 1997 itu.
Menurut Dinda, menjadi remaja des sekarang lebih bangga dari dulu. Tidak hanya dari kopi saja, tapi dari konsep pembangunan daerah itu berawal dari desa. Sehingga, menurut dia, pemuda desa itu harus berani untuk kemampuan, berani tampil di deapan umum dan berani pula bersaing dengan pemuda perkotaan.
Berbicara Sumber Wringin Dinda yakin kecamatan yang berada di lereng Gunung Raung tersebut akan ramai dengan wisatawan. Sebab, punya potensi kopi yang mendunia sehingga menarik perhatian pecinta kopi. Selain itu juga ada potensi Gunung Raung, sehingga pendaki dari luar kota pun memilih Sumber Wringin sebagai start pendakian.
Tak sampai disitu saja, ada hutan Bogor. Dimana terdapat pohon yang tinggi dengan batangnya berwarna-warni tidak berwarna coklat saja. "Hutan Bogor, itu banyak yang datang meski hanya foto-fotoan saja," ujarnya. Selain itu, tak sedikit anak muda di wilayah kota Bondowoso sering mengabadikan foto bangunan peninggalan Belanda bernama kamar bola. "Sebenarnya selain kamar bola ada juga bangunan peninggalan Belanda. Orang menyebut rumah Bu Sinyo, yang berada di Desa Rejo Agung. Bahkan, pernah ada orang Belanda berkunjung ke sana," pungkasnya.(dwi/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 08 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh: (Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar