Kamis, 09 Februari 2017
Ingin Ada Perlindungan Guru
BANYAKNYA kasus kekerasan terhadap anak yang melibatkan tenaga pengajar, membuat Monika Rahman merasa khawatir. Guru SDN Pujer ini mengaku siswa sekarang dengan dulu ada perbedaan baik tingkah lakunya ataupun sopan santun.
Perempuan asal Kademangan ini mengaku tak ada keinginan menjadi guru.
Bahkan, saat test masuk perguruan tinggi dia nsembunyi-sembunyi memilih jurusan di fakultas ekonomi. "Ketahuan sama orang tua suruh diganti, akhirnya ga diterima juga," katanya. Akhirnya jalannya pun Monika menjadi seorang guru sama dengan orang tuanya, karena kuliah di Universitas Terbuka (UT) harus mengajar.
Sabar dan sabar inilah yang disarankan oleh Monika pertama mengajar, apalagi dia langsung menjadi tenaga pengajar kelas 1 SD. Lambat laun Monika mulai mencintai profesinya, bahkan dia mulai merasa berterimakasih kepada gurunya saat duduk di SD hingga bangku SMA. Karena, pada dasarnya guru itu tak hanya berjuang untuk membuat anak didiknya meraih nilai bagus saja, dan mengerti pelajaran. Tapi mampu mendidik anak tersebut yang baik dan benar.
Perempuan 22 tahun ini pun mengaku repot jika ingin mendidik siswanya. "Kalau mau menghukum sekarang ya takut. Takut dilaporkan sebagai tindakan kekerasan," terangnya. Sehingga, kata dia, ingin ada perlindungan guru. Monika pun yakin, guru melakukan tindakan kekerasan terhadap anak itu tidak bermaksud seperti ini, hanya untuk mendidik. Jika guru ini takut melakukan tindakan mendidik, juga berdampak pada gak patuhnya murid mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru.
Menurut dia tanggung jawab pendidikan tidak hanya di sekolahan, tapi di keluarga dan lingkungan rumah. Monika pernah mengetahui siswanya sudah belajar rokok, nyatanya diketahui belajar dari lingkungan rumahnya. "Alangkah baiknya lingkungan rumah, serta pemuda setempat memberikan arahan dan pembelajaran yang baik untuk siswa sekolah. Karena, mereka termasuk orang yang tanggung jawab dalam dunia pendidikan," pungkasnya. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 5 Januari 2017
ditulis kembali oleh : (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar