Sabtu, 25 Februari 2017

Generasi Muda Itu Generasi Penulis


MENULIS menjadi kegiatan yang menarik bbagi Uswatun Hasanah. Ada rasa penasran, ketahigan,dan hal yang tak tahu menjadi tahu, itulah kenikmatannya. Pelajar SMKN 1 Prajakan ini ingin generasi muda sekarang menjadi generasi yang gemar nmenulis.

Di sekolahnya, dia menjadi ketua ekstrakulikuler karya tulisan ilmiah. Tak hanya itu saja, Desember dua temannya menjadi juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) generasi cerdas anti narkoba. "GAk pertama kali ini saja, kami juga pernah ikut di Unisma Malang dan tembus sepuluh besar dan pernah jadi juara harapan di Perpisda Bondowoso," ungkapnya.

Dia merasa mengikuti LKTI menjadi pemicu senang di dunia tulis menulis. Uswatun masih sangat betul pertama terjun di tulis menulis tersebut juga sama dengan remaja lainnya yang minim ketertarikan dengan kegiatan menulis. "Pak Joko waktu itu yang mengajari dan membimbing," ujarnya.

Dari mengikuti lomba, secara otomatis mencari referensi dari buku satu ke buku satu dan kemudahan itu pun bisa didapat lewat internet. Membaca referensi itu membuat hal yang tak diketahui selama ini jadi tahu. Dari sana, rasa penasaran dan rasa ingin tahu pun muncul. Hal tersebut juga membuatnya punya semangat lebih untuk menyelesaikan tulisannya di karya tulis itu.

Perempuan asal Desa Cangkring, Prajekan mulai sadar bahwa kegiatan tulis memulis itu punya sesuatu luar biasa bagi masa depannya nanti. "Banyak beasiswa ke perguruan tinggi dari LKTI, jadi itu juga motivasinya belajar menulis," paparnya. Tak hanya sekedar itu saja, kegiatan tulis menulis adalah kegiatan yang semua orang itu bisa. "Dari kecil kita sudah diajarkan menulis. Tapi jarang sekali yang terjun ke dunia tersebut," ujarnya.

Apalagi modal penulis pun lebih minim dibandingkan profesi lainnya. Cukup bo;poin dan secarik kertas. Sehingga, menurut Uswatun sebagai generasi muda ayo menulis. Karena, dari menulis akan ada kegiatan membaca,dari membaca itu wawasan dan ilmu akan didapat.

Sementara untuk Bondowoso sendiri, tambah Uswatun, masih ada upayqa dari pemerintah daerah untuk kegiatan gemar tulis menulis. Salah satunya LKTI yang digelar Bappeda ataupun Perpus. Berbicara Perpusda Bondowoso, rasanya sudah bagus dengan bangunannya kuno yang dapat menarik perhatian remaja. (dwi/wah)

Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 16 Februari 2017
disalin oleh : (er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar