Kamis, 02 Maret 2017
Publis Tempat Wisata
PEREMPUAN bernama lengkap Fita Okta Fiana ini termasuk orang yang sangat suka wisata. Hal itu bisa dilihat diakun IG-nya yang banyak mempublis tempat wisata di Bondowoso. Dia menilai, wisata alam Bondowoso itu asyik dan menakjubkan.
Tentunya dia tidak sendirian. Gadis kelahiran 24 Oktober 1995 ini menyusuri berbagai tempat wisata itu dengan timnya. Sebab dia adalah perempuan yang suka bergabung dengan banyak komunitas. Seperti halnya kelas inspirasi, festival merah putih, patroli, ganasbung dan lain sebagainya. "Saya ingin belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain," akunya.
Dari berbagai komunitas itu, akhirnya dia kenal banya orang. Dari situlah banyak Fita banyak teman. Akhirnya dia seringkali menyusuri berbagai tempat wisata di Bondowoso.
Kebetulan karena kegiatan itu, dia ditunjuk sebagai talent Video Bondowoso the Highland Paradise. Dari situ, dia banyak mengenal berbagai destinasi wisata. Seperti halnya Kawah Wurung, Kawah Ijen, P28, Tasnan, dan berbagai objek lainnya. "Saya bangga bisa memperlihatkan video dengan berbagai macam destinasi yang ada di Bondowoso itu sendiri," akunya.
Warga Perum Kembang Permai ini mengaku ada kepuasan tersendiri ketika menyusuri wisata alam. Yakni bisa mengekspresikan diri dan bisa mensyukuri nikmat Tuhan. sebab Tuhan telah menciptakan Bondowoso dengan berbagai objek wisatanya yang menarik. "Bagi saya menakjubkan, dan recommended untuk dikunjungi," ujar mahasiswa FKIP Unej tersebut.
Diakui Fita, dengan banyaknya foto yang dipajang di medsos, banyak pula pertanyaan yng datang. Kebanyakan adalah mereka yang penasaran dengan sensasi berwisata di Bondowoso. Salah satunya adalah datang dari teman-teman kuliahnya. "Karena itu, saya harus selalu siap jika ditanya tentang Bondowoso, sebab saya berprinsip bisa memperkenalkan wisata saja," jelasnya.
Selama ini dia sudah seringkali mengunjungi berbagai tempat wisata bersama teman-temannya. Apalagi karena hobinya, Fita selalu siap mengantar. sebab memang sudah hobinya. Baginya dengan mengajak ke tempat wisata, dirinya sudah memberi kebahagian kepada orang lain. Apalagi ketika melihat teman-temannya puas. "Bangga rasanya ketika melihat orang puas," ujar alumnus SMKN 1 Bondowoso ini.
Berbicara cita-cita, dia ingin menjadi guru. Karena itulah dia menempuh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dia ingin menjadi guru tanpa perbedan. Dimana dia tidak akan membeda-bedakan siapa muridnya. "Guru tak pandang tempat mau di desa atau plosok dan ga pilih-pilih murid hitam atau putih, kaya atau miskin semuanya harus diberi kasih sayang dengan porsi yang sama," ujarnya.
Diakuinya, dirinya ingin menjadi guru yang memberi ilmu yang tulus bagi murid-muridnya. Untuk mencapai cita-citanya, dia saat ini tengah belajar 'jika aku menjadi'. Maksudnya adalah memposisikan diri diposisi orang lain. Hal itulah yang terus diasahnya. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 27 Februari 2017
disalin oleh : (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar