SUCI Karunia Putri, alumnus SMKN 1 Bondowoso ini merasa bersyukur terdidik dispilin oleh sekolahnya. Hingga di dunia pekerjaan pun dia selalu mengingat jasa seorang guru yang pernah mengajarinya disiplin. Bahkan, hidup tanpa disiplin rasanya kurang bermakna.
Dampaknya Terasa Hingga Dewasa
Perempuan asal Suger Lor Maesan ini mengaku sejak sekolah menengah dia tak lagi telat. "Kalau waktu SMPN2 Maesan sering telat, padahal dekat dengan rumah," ujarnya. Awal-awal terdidik untuk jadi pelajar yang disiplin, bagi Suci ada rasa tak nyaman dan menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu rasanya disiplin itu menyenangkan dan tanpa disuruh on time sendiri masuk kelas, sekolah, hingga menyelesaikan PR.
Rasanya disiplin itu mudah menjadi kebiasaan dan bagian hidup Suci. Terdidik disiplin tersebut juga ditambah mengikuti pramuka. "Saya tidak suka diam, ikut pramuka yang senang," ujarnya. Sehingga, kata dia, rasanya pramuka perlu diwajibkan ikut bagi pelajar hingga tingkat menengah atas.Ada disiplin, dan kebersamaan," terangnya.
Untuk memulai disiplin dari diri sendiri,rasanya juga sulit,Sebab,untuk disiplin juga ada pemicunya atau orang-orang yang memantau.Bagi dia,untuk mempermudah disiplin dikalangan pelajar tentu dengan cara menghukum.Tapi,bagi Suci,hukuman yang dilakukan tak harus kekerasan fisik.Hukuman yang baik tentu seperti bersih-bersih sekolah dan jangan disuruh lari-lari."kalau ada manfaatnya sebagai rasa ikut memiliki sekolah,"terangnya.
Jika,dihukum tak boleh masuk sekolah dan dipulangkan rasanya tidak mendidik.Sebab,mereka telat itu juga ada niatan berangkat sekolah.Belum lagi jika mereka jika disuruh pulang,apa benar-benar pulang ke rumah.Sementara hukuman berupa poin pun rasanya kurang cocok."Pelajar itu masih remaja pola berpikirnya masih jangka pendek.Jika poin diberlakukan ya cocok dimahasiswa,karena sudah dewasa.Kalau salah ya langsung ditegur atau dihukum saja,"jelasnya.
Suci yang kini bekerja di koperasi Bank Jatim Bondowoso itu mengaku disiplin sangat terasa pekerjaannya itu,"sampai sekarang terasa,terutama masalah pencatatan keuangan dan masuk kerja,'imbuhnya.Namun perlu dingat disiplin juga harus disesuaikan dengan keadaan sekitar."Kalau disekolah disiplin dengan marah-marah atau keras juga tidak cocok,"katanya.(dwi/wah)
Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 25 Februari 2017
Ditulis kembali:IS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar