Rabu, 01 Maret 2017
Penggemar Itu Ruh dari Profesi
MENGGELUTI dunia tarik suara sejak 2008, membuatnya Ecy Firmansyah saat ini sudah menjadi penyanyi senior. Di tapalkuda, namanya sudah cukup dikenal. Namun begitu, ada hal unik yang dialaminya selama ini. Dia seringkali dianggap judes oleh para penyanyi junior. "Penyanyi baru takut," ungkapnya.
Padahal, kata dia teman-temannya yang sudah kenal tidakpernah menganggapnya judes. Sebab jika sudah bersenda gurau, banyak joke yang diutarakannya.
"Banyak ketawanya," ujarnya.
Dari hal itu, ada satu pelajaran berharga. Yakni jangan mudah menyimpulkan jika melihat sesuatu itu hanya sekali. Doidalami dahulu, baru membuat penilaian. "Dan kenali dahulu agar mendapatkan kesimpulan yang sempurna," ungkapnya.
Mengenai dunia tarik suara, Ecy memulai karirnya sejak dibangku SMA. Tepatnya saat kelas 1 di SMKN 1 Bondowoso. Awalnya, dia mengenal dunia tarik suara karena hobi. "Dulu tidak banyak jadwal manggung, jadi hanya iseng-iseng saja," akunya.
Karena hobi, saat itu dirinya banyak belajar dari lagu-lagu VCD. Dia belajar bernyanyi secara otodidak. Menurutnya bernyanyi itu adalah hal yang asyik, sebab dengan bernyanyi dia bisa mengekspresikan hidup. Ternyata berawal dari hobi, dia akhirnya nyemplung di dunia profesi. Setelah lulus SMA, dia fokus mendalami dunia tarik suara. Seringkali dia ikut latihan dan ikut manggung di berbagai acara hajatan masyarakat.
Terlatih dari panggung ke panggung, yang awalnya canggung akhirnya kecanggungan itu bisa ditaklukkan. Jam terbangnya saat ini sudah padat. Bahkan tidak hanya di Bondowoso, namun juga di berbagai daerah sekitarnya.
Dalam profesinya itu, menurutnya ada suka dan duka yang dialami. Dukanya adalah hal yang dia sebutkat tadi, yakni s. Namun sukanya lebih banyak. Diantaranya adalah memiliki banyak penggemar. Menurutnya penggemar adalah ruh dari profesinya. "Jika penggemar puas, maka jadual jalan terus tanpa henti," ujarnya.
Perempuan kelahiran 9 Januari 1992 itu memiliki harapan, nantinya ketika sudah banyak uang akan membuat suatu usaha. Sehingga memang salah satu cita-citanya adalah menjadi pengusaha. "Intinya pengusaha, dan bisa dipakai untuk sumber kehidupan," akunya. (hud/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 23 Februari 2017
disalin oleh : (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar